BERITAINTERNASIONAL

Hong Kong Siaga, Topan Super Ragasa Mengguncang 23–25 September

MAGAZINE INDONESIA-

Hong Kong, 22 September 2025 – Warga Hong Kong kini memasuki hari-hari paling menegangkan tahun ini. Topan super Ragasa, yang disebut sebagai badai terkuat dalam satu dekade terakhir, diperkirakan menghantam wilayah ini sejak Selasa (23/9) hingga Kamis (25/9).

Fenomena yang terbentuk di Samudra Pasifik ini membawa angin kencang lebih dari 230 km/jam disertai curah hujan ekstrem. Aktivitas kota metropolitan dunia tersebut praktis lumpuh.

Bandara Ditutup, Kota Melumpuh

Otoritas setempat menutup Bandara Internasional Hong Kong selama 36 jam, membatalkan ratusan penerbangan dan membuat ribuan penumpang tertahan. Jalan menuju bandara yang biasanya padat kini tampak lengang.

Sekolah, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan dihentikan operasionalnya. Pemerintah meminta warga tetap di rumah dan menyiapkan kebutuhan pokok.

Warga Panik, Harga Melonjak

Suasana pasar berubah drastis. Warga berbondong-bondong membeli bahan makanan dan air bersih. Harga sayuran dan buah melonjak hingga tiga kali lipat, sementara mie instan, lilin, dan baterai menjadi barang paling diburu.

“Lebih baik berjaga-jaga. Ragasa ini bukan badai biasa,” kata seorang warga di kawasan Kowloon.

Peringatan Dini Observatorium Hong Kong

Sejak Selasa pagi, Observatorium Hong Kong terus menaikkan level peringatan topan. Puncak badai diprediksi terjadi antara 23 September malam hingga dini hari 25 September, dengan risiko banjir rob di pesisir dan tanah longsor di wilayah berbukit.

Melawan Waktu

Bagi warga Hong Kong, badai bukan hal baru. Namun Ragasa membawa ancaman berbeda—lebih mencekam, lebih tak terduga. Dari apartemen pencakar langit hingga permukiman padat, semua tengah berpacu melawan waktu untuk bertahan.

Di balik suasana tegang, semangat solidaritas tetap hidup. Warga saling membantu menutup jendela dengan papan kayu, menyalurkan makanan, hingga bergotong royong menjaga lingkungan.

Harapan di Tengah Badai

Meski Ragasa diperkirakan meninggalkan jejak kerusakan besar, warga percaya semangat ketangguhan Hong Kong akan jauh lebih kuat daripada badai apa pun.

“Di tengah hujan deras dan angin kencang, kami hanya berharap badai ini segera berlalu dan hidup kembali normal,” ujar seorang relawan. (Red/Liela)

Views: 14

Bagikan Link :