Empat Dekade SMAN 2 Mandau: Dari Sekolah Tua, Lahir Semangat Baru
MAGAZINE INDONESIA – Mandau, Angin sore berhembus pelan di halaman SMAN 2 Mandau. Di antara deretan bangunan tua yang mulai pudar catnya, semangat baru justru terasa membuncah. Hari itu, sekolah yang berdiri sejak 1985 genap berusia 40 tahun.
Tak sekadar perayaan ulang tahun, milad kali ini menjadi momentum kebangkitan. Alumni lintas angkatan datang dari berbagai penjuru, membawa cerita, nostalgia, sekaligus tekad. Mereka kembali ke almamater bukan hanya untuk bernostalgia, tapi juga untuk menyatukan langkah memperbaiki sekolah yang telah banyak berjasa.

“Sekolah ini melahirkan banyak orang hebat, tapi bangunannya sudah mulai renta. Saatnya kami alumni ikut turun tangan,” ujar salah seorang perwakilan alumni dengan penuh haru.
Di balik keriuhan, tampak deretan bangunan sekolah yang menua. Pagar berkarat, gapura kusam, hingga ruang kelas yang butuh sentuhan baru. Namun semua itu tak menyurutkan kebanggaan, justru menjadi pengingat bahwa usia 40 tahun adalah saat yang tepat untuk revitalisasi.
Bupati Bengkalis Kasmarni yang hadir langsung memberi dukungan. Menurutnya, gotong royong alumni, pemerintah, dan masyarakat bisa menjadi energi baru bagi dunia pendidikan di Mandau. “Sinergi ini bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Warga sekitar pun menyambut baik semangat itu. Mereka berharap sekolah ini kembali berdiri megah, menjadi rumah ilmu yang lebih layak untuk anak-anak mereka belajar.
Empat dekade perjalanan SMAN 2 Mandau adalah kisah tentang perjuangan, kebersamaan, dan harapan. Dari sekolah tua yang kini menua, lahir semangat baru: menjaga warisan, sekaligus menyiapkan generasi mendatang. (Red/Welly)
Views: 4

