BERITAINTERNASIONAL

TKW di Hong Kong Resah: Aturan KJRI Dinilai Berbelit, Libur Minggu Jadi Korban

MAGAZINE INDONESIA- Hong Kong, Sejumlah Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Hong Kong menyuarakan keresahan mereka terhadap aturan dan pelayanan administrasi yang diterapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong. Prosedur yang dianggap berbelit-belit dinilai menyulitkan para pekerja migran yang mayoritas hanya memiliki waktu luang pada hari Minggu.

“Kalau mau urus dokumen di KJRI, harus antre panjang dan aturannya ribet sekali. Sementara kami hanya libur hari Minggu. Jadi waktu istirahat habis untuk urus dokumen,” keluh seorang TKW di kawasan Victoria Park, Minggu (28/9).

Masalah ini bukan pertama kali muncul. Para pekerja migran menilai KJRI belum sepenuhnya memahami kondisi mereka di lapangan. Dengan beban kerja enam hari dalam seminggu, satu-satunya hari libur seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat atau berkumpul dengan teman, bukan justru terbuang di antrean pelayanan.

Aktivis pekerja migran juga ikut menyoroti hal tersebut. Mereka menegaskan bahwa pelayanan publik semestinya lebih sederhana, cepat, dan ramah terhadap pekerja. “TKW adalah pahlawan devisa, tapi kenapa malah dipersulit di negeri orang? KJRI seharusnya jadi rumah perlindungan, bukan tempat yang bikin resah,” ujar salah seorang aktivis.

Desakan agar KJRI melakukan evaluasi pelayanan kian menguat. Para TKW berharap ada solusi konkret, termasuk pembukaan dialog agar kebijakan lebih berpihak kepada mereka.

“Cukup sekali kami merasa seperti tamu di negeri orang, jangan sampai di perwakilan negara sendiri pun kami dipersulit,” ungkap seorang TKW lain dengan nada kecewa.

(Red/Liela)

Views: 19

Bagikan Link :