RAGAM

Pernyataan Sikap Presidium Mahasiswa Pasundan Terkait Pendemi Covid-19

MAGAZINE INDONESIA – Bandungthemagnesianews.com ||Kondisi Negara Indonesia bahkan seluruh Dunia sedang masa mengkhawatirkan dengan datang y virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan China dan menyebar keseluruh penjuru Dunia, berbagai elemen masyarakat memperbincangkan virus ini tak terkecuali masyarakat salah satunya,

Pernyataan Sikap Presidium Koordinator Pusat Gerakan Mahasiswa Pasundan saudara Rajo Galan Raya terhadap Pandemi Covid-19.

” Ditengah polemik Covid-19 di negeri ini, saya akan berjejak pendapat 1000 lebih dinyatakan positive dan 100 lebih telah meninggalkan kita semua, bahkan bisa saja akan lebih dari itu. Mulai hari ini, Gerakan Mahasiswa Pasundan mengajak masyarakat mengikuti arahan pemerintah untuk tinggal dirumah bila tidak terlalu penting, sekarang anak sekolah TK, SD, SMP, SMA, dan Mahasiswa bisa belajar dirumah saja dan bagi yang bekerja bila bisa kerja dirumah lakukan dirumah.

Sehingga sudah tidak ada alasan untuk keluar rumah, jadilah masyarakat yang mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus rantai virus covid-19 dan jadilah masyarakat yang tidak serakah dengan berbelanja tidak berlebihan karena berdampak pada perekonomian, semakin persediaan menipis maka harga akan semakin mahal pada masyarakat kecil yang akan membeli kebutuhan. Dalam moment inilah saatnya kita saling peduli satu sama lain dan bergotong royong”.

“Tetapi bukan hanya itu, pemerintah harus memikirkan bagaimana hidup rakyat kecil yang tidak mempunyai gaji bulanan/upah yang bisa dia pakai untuk memenuhi kebutuhannya. Masyarakat takut dengan virus ini tapi dengan terpaksa keluar rumah, karena kalau tidak keluar rumah tidak dapat memenuhi kebutuhan dapur. Mereka terpaksa bukan tidak takut, tapi keberlangsungan hidup hidup keluarga diutamakan, contohnya Ojek Pangkalan/Online, Tukang Parkir, Supir Angkot, dan profesi lainnya yang tidak mempunyai penghasilan dampak dari virus ini harusnya menjadi prioritas utama. Pemerintah menyerukan #dirumahaja itu bagi masyarakat yang bisa hidup dengan tidak keluar rumah lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak bisa menghidupi keluarga tanpa keluar rumah?”.

Masukan untuk pemerintah dan elit politik, berdasarkan keluhan dari beberapa kader yang ekonominya rendah yang berkeluh kesah pada saya. Kejadian COVID-19 ini semakin membuat ekonomi mereka berantakan. Saya usulkan jika kiranya partai dapat membantu “bakti sosial” dengan memberikan subsidi sembako untuk para kader ditingkat bawah.

1. Menghimbau pada masyarakat untuk tetap dirumah agar mata rantai Covid-19 dapat dihentikan. Bagi umat islam jadikan ini latihan ikhtikaf untuk menyambut bulan ramadhan.

2. Mengajak seluruh lapisan masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, partai politik, dan organisasi lainnya untuk membantu tetangga yang dekat maupun yang jauh untuk meringankan ekonomi saudara saudara atau kader organisasi yang terpuruk akibat terdampak wabah virus covid 19.

“Mari kita serukan kembali saat nya saling membantu terhadap sesama, ayo kita peduli terhadap saudara, tetangga dan lingkungan sekitar. Bagi masyarakat yang mempunyai pendapatan pasti dan merasa hidup lebih bagaimana kita harus berbagi minimal mengurangi beban mereka untuk kehidupan sehari-hari, kita kembalikan budaya kita sebagai bangsa indonesia yaitu gotong royong.

Kita harus yakin bisa melawan virus Covid-19 bersama-sama, maka dari itu himbauan masyarakat untuk tidak keluar rumah dan menjaga pola hidup sehat dengan lingkungan yang bersih”.

“Menuntut pemerintah memutuskan isu-isu yang beredar di tengah masyarakat yang menimbulkan ketakutan dan memberikan efek tidak baik, pemerintah harus menyemangati lalu memikirkan masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan bila tidak keluar rumah dan menindak tegas kepada masyarakat yang masih berkeliaran dan berkumpul di luar. Terimakasih”. Ujar Rajo sebagai penutup.

Rajo/DY

Views: 0

Bagikan Link :