ARTIKELBERITADAERAHKESEHATAN

Muscab VIII DPC PTGMI Kota Bandung Jadi Momentum Penguatan Profesi dan Transformasi Digital

MAGAZINE INDONESIA-BANDUNG – Dewan Pengurus Cabang Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (DPC PTGMI) Kota Bandung menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VIII pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi dalam melakukan evaluasi kepengurusan periode 2022–2026 sekaligus merumuskan arah organisasi untuk lima tahun mendatang.

Muscab VIII DPC PTGMI Kota Bandung mengusung tema “MASAGI, Majukeun Anggota Sangkan Adaptif Gerak Inovatif: Mewujudkan Terapis Gigi dan Mulut yang Kompeten di Era Inovasi Digital.”

Ketua DPC PTGMI Kota Bandung periode 2022–2026, Eti Kurniati, S.Tr.Kes, mengatakan Muscab VIII memiliki makna strategis bagi keberlanjutan dan kemajuan organisasi.

Menurutnya, Muscab bukan sekadar agenda rutin untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) maupun memilih Ketua DPC periode berikutnya. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi, refleksi, serta perumusan kebijakan strategis sesuai amanat AD-ART PTGMI.

“Pelaksanaan Muscab VIII ini bukan hanya sekadar agenda rutin organisasi. Ini menjadi momentum evaluasi, refleksi, serta perumusan arah kebijakan strategis lima tahun ke depan,” ujar Eti.

Ia menjelaskan, tema MASAGI dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam kearifan lokal Sunda, masagi menggambarkan sosok yang utuh, kokoh, berilmu, dan memiliki keterampilan.

Nilai tersebut dinilai relevan dengan tantangan profesi Terapis Gigi dan Mulut di tengah perkembangan teknologi kesehatan dan transformasi digital.

“Melalui tema ini, kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas Terapis Gigi dan Mulut di Kota Bandung agar tetap relevan, adaptif, serta mampu memberikan asuhan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas tinggi bagi masyarakat,” katanya.

Muscab VIII sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa bakti kepengurusan DPC PTGMI Kota Bandung periode 2022–2026. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan LPJ sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah organisasi selama empat tahun terakhir.

Eti menegaskan, berbagai capaian organisasi tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh jajaran pengurus serta partisipasi aktif anggota.

Selain evaluasi kepengurusan, Muscab VIII juga menjadi forum untuk menyusun program kerja dan menentukan kepemimpinan DPC PTGMI Kota Bandung untuk periode 2026–2031.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin, S.E., M.Pd. turut hadir. Kehadiran Pemerintah Kota Bandung menjadi bentuk perhatian sekaligus penguatan sinergi antara organisasi profesi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kesehatan.

Eti berharap seluruh rangkaian Muscab VIII dapat berjalan lancar dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan menghasilkan gagasan yang mampu memperkuat kepemimpinan serta tata kelola organisasi.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga persatuan setelah proses pemilihan kepengurusan selesai.

“Siapapun nanti yang terpilih menjadi ketua dan pengurus periode selanjutnya, kita tetap satu. Kita tetap berada dalam satu wadah, yaitu Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia DPC Kota Bandung,” tegasnya.

Semangat tersebut kemudian dirangkum melalui nilai “MAJU”, yaitu Mandiri, Amanah, Jujur, dan Update.

Menurut Eti, nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi kepengurusan berikutnya dalam membawa DPC PTGMI Kota Bandung menghadapi perubahan zaman, meningkatkan kompetensi anggota, serta memperkuat kontribusi profesi Terapis Gigi dan Mulut bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan berakhirnya periode kepengurusan 2022–2026, Muscab VIII diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan program positif sekaligus menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan organisasi dan perkembangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kota Bandung. (Red./S.Sanjaya)

Views: 0

Bagikan Link :