DAERAH

Lima Pekerja Disiksa di Rokan Hilir, Wartawan yang Meliput Ikut Jadi Korban Kekerasan — Diduga Ada Oknum Anggota Terlibat

Bengkalis, 30 Oktober 2025 —
Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Lima orang pekerja menjadi korban penyiksaan dan pemukulan brutal oleh sejumlah oknum penjaga di lokasi tempat mereka bekerja pada 18 Oktober 2025. Ironisnya, seorang wartawan yang datang untuk meliput kejadian tersebut justru ikut menjadi korban kekerasan.

Menurut keterangan para saksi, insiden bermula saat kelima pekerja tengah beristirahat di pos proyek usai bekerja. Tiba-tiba, beberapa penjaga mendatangi mereka dan tanpa alasan yang jelas langsung melakukan pemukulan. Para korban mengaku tangan mereka diikat, dipukuli menggunakan balok kayu dan besi, bahkan salah satu pelaku mencoba mematahkan kaki seorang pekerja.

> “Kami disiksa, tangan diikat seperti hewan, dipukul pakai balok kayu dan besi. Kaki kami hampir dipatahkan, kami mau dibunuh tanpa alasan jelas. Wartawan yang datang membantu malah ikut dipukuli dan dilempari batu,” ungkap salah satu korban dengan suara lirih.

 

Sementara itu, wartawan yang menjadi korban kekerasan juga mengalami luka cukup serius di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul.

> “Saya hanya menjalankan tugas jurnalistik, tapi malah diserang. Kepala saya robek, darah keluar banyak,” ujarnya dengan nada gemetar.

 

Pimpinan Media Sindo7 tempat wartawan tersebut bekerja mengecam keras tindakan keji ini. Mereka menyebut, salah satu pelaku diduga kuat merupakan oknum aparat negara, yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru pelaku kekerasan.

> “Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan melaporkan kejadian ini ke Dewan Pers, Komnas HAM, serta Propam Polri agar pelaku, siapa pun dia, diproses secara hukum. Ini sudah di luar batas kemanusiaan,” tegas perwakilan Sindo7.

Wartawan jadi sasaran pemukulan

Para korban kini menuntut keadilan atas penyiksaan yang mereka alami. Mereka berharap aparat penegak hukum segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan resmi dari pihak berwenang. Warga serta kalangan jurnalis mendesak agar kasus ini ditangani secara transparan dan para korban mendapat perlindungan hukum yang semestinya.

Kasus kekerasan terhadap pekerja dan jurnalis ini bukan hanya mencoreng nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menjadi tamparan keras bagi kebebasan pers di Indonesia, khususnya di wilayah Rokan Hilir.

 

Magazine Indonesia

Views: 6

Bagikan Link :