RAGAM

Dua Sudut Pandang Menyikapi Kemacetan di Lembang Saat Musim Libur

themagnesianews.com | Bandung,
Liburan Natal dan Tahun Baru, memang kesempatan berlibur bersama keluarga dan sahabat. Bandung kota favorite untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara tak hanya karena udara nya masih terbilang sejuk, makanan khas, dan distro nya, tetapi banyak tempat wisata unik yang sayang untuk dilewatkan. Untuk di jelajahi keseluruhan sangat lah luas kita ambil sample yang menarik perhatian yaitu Bandung bagian utara, Lembang.

Lembang terkenal sebagai wilayah bersuhu dingin karena terletak dekat dengan Gunung Tangkuban Perahu, sehingga membuat wisatawan sangat betah berlama-lama di Lembang. Di tambah lagi banyak tempat wisata yang sedang hits dan viral sehingga membuat orang penasaran dengan keberadaannya.

Berikut beberapa tempat wisata di Bandung dan Lembang, diantaranya :

1. Gunung Tangkuban Perah

2. Orchied Forrest

3. Goa Dago

4. The Lorge / Maribaya

5. Dago Dream Park

6. Begonia

7. Dranch

8. Tahu Susu Lembang

9. Floating Market

10. Park Zoo

11. Farm House

12. The Great Asia Afrika

13. Dusun Bambu. dll

Masing-masing tempat wisata mempunyai ciri khas tersendiri, terbukti wisatawan lokal dan mancanegara berbondong-bondong mengungkap rasa penasaran mereka.

Semakin banyak tempat wisata di lembang tidak dapat dipungkiri menaikan tingkat perekonomian warga sekitar, lowongan pekerjaan yang semakin banyak, pedagang tradisional yang ramai oleh pembeli, penyewa Guest house, Hotel penuh, Penyedia lahan parkir, Ojol yang semakin banyak orderan, bahkan Penjual asongan pun meraup keuntungan di saat macet melanda. Bagi sebagian pedagang macet suatu anugrah karena mereka memanfaatkan moment tersebut untuk menjajakan dagangan ke semua kendaraan yang terjebak macet.

Dibalik anugrah pasti ada bencana, semakin volume kendaraan naik tingkat kemacetan pun tak dapat ter-elakan. Jalanan lumpuh oleh padatnya kendaraan masuk, keluar, ataupun mencari parkiran.

Keadaan ini diperparah oleh penyedia tempat wisata yang tidak memiliki lahan parkir yang tidak sepadan dengan antusias wisatawan. Ini menjadi masalah serius karena semakin lama bisa menjadi tradisi dan khas Lembang disaat musim liburan.

Walaupun pihak kepolisian sudah berbagai cara melakukan rekayasa lalu lintas, tetapi selalu berujung sama yaitu macet total.

Lokasi tempat wisata pun menjadi biang keacetan, karena lokasi itu sendiri tepat di bahu jalan raya utama. bencana disini pribumi (warga sekitar) yang bekerja di tempat jauh harus menerima kenyataan pahit dengan terjebak macet karena perbandingan waktu yang sangat signifikan, contoh : Lembang-Bandung pada hari biasa hanya di akses 30 menit pada musim liburan bisa menjadi 2 jam perjalanan.

Warga pribumi hanya bisa menikmati masa liburan mereka di rumah saja karena tempat wisata pasti merogoh koceh dalam-dalam, sedangkan pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran masa kini. Warga Pribumi dipaksa harus tertidur karena ruang bebas mereka terbatas, terjebak kemacetan dan Warga luar kota/luar negara menikmati masa liburannya.

Lebih prihatin lagi para supir angkutan umum yang harus rela berjam-jam di jalanan dengan membawa penumpang yang sedikit bahkan tanpa membawa penumpang sama sekali. Lalu para truk pembawa susu yang ikut terjebak, sedangkan susu ini harus segera di kirim ke Koperasi agar tidak cepat basi dan masih banyak kerugian-kerugian lainnya disebabkan oleh kemacetan.

Diharapkan untuk para wisatawan lebih baiknya memakai kendaraan masal seperti angkutan umum untuk mengurangi kemacetan di daerah Lembang ini agar udara tetap terjaga bersih, nyaman dan sejuk. Jangan lupa selalu jaga kebersihan lingkungan jangan membuang sampah sembarangan dimanapun berada.
(DY)

Views: 0

Bagikan Link :